JANGAN REMEHKAN SHOLAT

JANGAN REMEHKAN SHOLAT
Beberapa hikayat yang perlu menjadi perhatian, akibat meremehkan solat :

1. Mayat berwajah babi

Pada suatu hari Nabi SAW duduk-duduk bersama para sahabat beliau di serambi Masjid. Tiba-tiba datang seorang pemuda Arab sambil meratap dan menangis, lalu berdiri di depan mesjid. Maka nabi SAW menghampiri pemuda itu seraya bertanya: “Hai anak muda, mengapa kamu menangis sepeerti ini? Dia menjawab “Ya Rasulullah, ayah baru saja meninggal dunia tetapi tidak seorangpun sudi memandikan dan mengkafaninya’.

Mendengar jawaban yang memelas itu, Nabi SAW segera mengutus Abu Bakar dan Umar untuk menengok mayat yang diceritakan pemuda tersebut sehingga keduanya pergi menuju ke tempat yang dimaksudkan itu. Betapa terkejut mereka karena ternyata mayat tersebut kepalanya nampak bagaikan babi hutan yang hitam legam. Keduanya langsung kembali menghadap seraya melapporkan, “Ya Rasulullah, yang kami lihat bukanlah mayat sebagaimana umumnya, tetapi mayat itu berkepala babi hutan yang hitam legam”.

Kemudian Nabi SAW segera menuju ke tempat mayat itu berada. Dan setelah menyaksikan sendiri bahwa mayat itu benar-benar berwajah babi hitam, beliaupun berdoa kepada Allah SWT. maka seketika itu pula wajah si mayat berubah, kembali seperti wajah manusia pada umumnya. Lalu para tetangga yang sejak tadi berkumpul akhirnya bersedia memandikan, mengkafani lalu menshalatkannya.

Setelah semua beres, mayat itu diusung ke pemakaman yang telah disediakan. Tetapi ketika akan diturunkan untuk dikebumikan, tiba-tiba peristiwa aneh pun terjadi. Begitu tali kafan bagian kepala dibuka, ternyata wajah mayat itu berubah seperti kepala babi hutan yang hitam legam tadi. Maka nabi SAW menanyakan kepada anak mayat itu:”Hai anak muda, sebenarnya amal apa yang dilakukan oleh ayahmu semasa hidupnya ?” Anak itu menjawab,”Ya Rasulullah ayah adalah orang yang meninggalkan shalat !”.

Setelah mendengarkan jawaban itu, nabi SAW segera memberi peringatan kepada semua yang hadir seraya bersabda. “Wahai sahabat-sahabatku saksikanlah oleh kamu bahwa orang yang meninggalkan shalat kelak pada hari kiamat, Allah akan membangkitkannya dengan wajah seperti babi hutan yang hitam kelam!. Kita berlindung kepada Allah, semoga kita dijauhkan dari hal itu”.

2. Mayat dilillit ular

Dikisahkan oleh Abu Huraira Ra.

Semasa hidup Nabi SAW, ada seorang lelaki yang meninggal dunia kemudian beliau datang menyalatinya . tiba-tiba kain kafan yang membungkus jenasah itu nampak bergerak-gerak. Begitu dibuka ternyataada seekor ular besar yang sedang menghisap darah dan memakan daging jenazah itu.

Melihat hal itu, sahabat Abu Bakar ra, bangkit hendak memukul ular tersebut. Namun atas izin Allah SWT,ular itu bisa bicara dengan fasihnya:” Aku bersaksi bahwa tiada sesuatupun yang pantas disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulnya”. Lalu ular itu berkata lagi;”Wahai Abu Bakar, mengapa engkau hendak memukulku? Aku tidak bersalah dan apa yang aku lakukan ini adalah semata-mata menjalankan tugas. Allah SWT telah memberi tugas kepadaku untuk menyiksa orang ini hingga hari kiamat nanti. Maka Abu Bakar bertanya:”Hai ular apa kesalahan orang ini?” Jawab ular: Orang ini mempunyai tiga kesalahan besar yaitu meeninggalkann solat, enggan membayar zakat, dan tidak mau mendengarkan nasihat para ulama”.

3. Unta yang buas

Dikisahkan Uqail bin Abi Thalib ra.

Saya pernah pergi bersama Nabi Muhammad SAW, maka kepadaku diperlihatkan tiga peristiwa ajaib yang menjadikan diriku semakin yakin terhadap kebenaran islam.

Peristiwa terjadi pada saat perjalanan, dihadang seekor unta. Tiba-tiba unta itu menghampiri Rasulullah seraya berkata: “Ya Rasulullah lindungi aku. lindungi aku….!” Sebelum Rasulullah melakukan sesuatu, munculah sseorang arab pedalaman dengan pedang terhunus di tangannya. Lalu Rasulullah SAW menyapa orang itu seraya bersabda: “Saudara apa yang hendak kau lakukan terhadap unta ini?”. Orang itu menjawab: “Ya Rasullullah, unta itu baru aku beli dengan harga yang mahal. tetapi dia tidak bisa kujinakkan. Maka kuputuskan untuk ku sembelih saja sehingga dapat ku ambil dagingnya”.

Kemudian Rasulullah SAW menanyakan pada unta itu; Hai unta mengapa kamu mendurhakai majikanmu?”. Jawab unta:”Ya Rasulullah hamba mendurhakai majikan bukan karna hamba benci kepada orannya tetapi hamba benci pada kedurhakaannya. maafkan hamba ya Rasulullah”. “Ketahuilah bahwa kabilah majikanku itu semuanya tidur sebelum mengerjakan solat isya, sehingga aku benar-benar takut, kalau-kalau Allah akan menurunkan adzabnya kepada kabilah itu. Sebab dengan begitu tentu aku berada di tengah-tengah mereka. Sekira majikanku berjanji kepada Rasul, bahwa dia tidak akan meninggalkan solat isya lagi, nicaya aku pun akan tunduk kepadanya”.

Memahami pernyataan unta itu, maka Rasulullah SAW mengambil janji kepada orang pedalaman tadi, agar tidak meninggalkan solat isya. Dan setelah dia berjanji Rasulullah segera menyerahkan unta itu kepadanya yang kini telah menjadi jinak.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: