PENJUAL KERANJANG

PENJUAL KERANJANG

Alkisah, tersebutlah seorang pemuda dari Bani Isroil yang berwajah rupawan, dan pekerjaannya sebagai penjual keranjang. Pada suatu hari, pemuda ini keliling menjual keranjangnya sebagaimana biasa. Tiba-tiba seorang pelayan yang baru keluar dari istana raja melihatnya.
Pelayan itu langsung kembali istana dan member tahu putrid raja, “Saya baru saja melihat seorang pemuda yang rupawan, bahkan saya belum pernah melihat pemuda setampan dirinya”.
Putri raja nenjawab, “Panggilah ia kemari!”. Pemuda itu pun dipanggil dan dipersilahkan masuk ke istana lewat pintu gerbang utama, kedua dan ketiga. Mendadak seluruh pintu ditutup kembali. Pemuda itu disambut oleh putrid raja yang menampakkan kecantikan wajah dan keindahan tubuhnya, yang didampingi oleh para pelayannya.
Pemuda itu pun menwarkan barangnya,”Silahkan siapa yang akan membeli keranjang ini?”. “Kau diperintahkan kemari bukan untuk menawarkan baranngmu, tetapi untuk memuaskan nafsu birahiku,” sahut putrid raja.
Pemuda itu menasehatinya, “Bertakwalah kepada Allah SWT, takutlah kepada-Nya dan jangan berbuat sesuatu yang dimurkai-Nya”.”Jika kau menolak keinginanku, maka aku akan menjerit sekeras mungkin, lalu aku mengadu kepada raja bahwa kau telah menghinaku’.ancam putri raja.
Setelah nasehatnya tak mempan maka pemuda itu minta disediakan air wudlu. Putri raja memerintahkan kepada pelayannya untuk mempersiakan air untuknya. Agar pemuda tidak lari, putrid raja tidak memerinyahkan supaya air itu diletakkan di lantai atas istena, yang jaraknya sekitar 20 meter ke bawah.
Setelah berwudlu, pemuda itu berkata, “Ya Allah!, saya dipaksa untuk berbuat maksiat pada-Mu, namun saya lebih suka menjatuhkan diriku dari atas istana ini daripada harus durhaka pada Mu”. Lalu pemuda itu membaca basmalah dan melemparkan dirinya dari lantai atas istana yang begitu tinggi, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menyambut tubuh pemuda itu dan menyelamatkannya. Maka malaikat pun menahan kedua kakinya sehingga ia terjatuh dalam posisi berdiri dan selamat.
Kemudian pemuda itu berdoa, “Ya Allah. Jika engkau berkehendak, anugerahilah aku rejeki sehingga aku tidak perlu menjual tas keranjang ini?”.
Allah SWT mengirimkan belalang emas untuknya. Dan diambilah belalang itu sepenuh sakunya, lalu ia berdoa, “Ya Allah! Jika engkau memberikan aku rejeki di dunia, maka berkahilah rejeki ini”.
“Yang aku berikan padamu itu adalah seperdua puluh lima bagian dari pahala kesabaranmu, sehingga kau melemperkan dirimu itu”. Firman Nya.
Mendengar jawaban demikian, ia langsung berdoa, “Ya Allah aku tidak ingin mengurangi pahalaku di akhirat”. Mendadak belalang emas hilang.
Setan pernah ditanya tentang pemuda itu,”Mengapa kau tidak berusaha menyesatkannya?”. “Bagaimana aku berani menyesatkan orang yang telah berani mengorbankan jiwanya untuk keridhaan Allah” jawab setan.

Dikutip dari Mabrur Sebelum Haji
Syaikh Zainuddin Abdul Azis al Malibari,

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: