Kristal Heksagonal Molekul Air yang Indah

Kristal Heksagonal Molekul Air yang Indah

Es, seperti semua benda padat, memiliki struktur yang jelas; tiap molekul air dikelilingi oleh empat H2O tetangganya. Dua di antaranya hidrogen-terikat pada atom oksigen pada molekul H2O pusat, dan masing-masing dari dua atom hidrogen terikat sama lain H2O tetangga.
Ikatan hidrogen yang diwakili oleh garis putus-putus dalam diagram skematik 2-dimensi. Dalam kenyataannya, keempat obligasi dari setiap titik atom O terhadap empat penjuru tetrahedron berpusat pada atom O. Dasar perakitan ini berulang dalam tiga dimensi untuk membangun kristal es.

Snowflakes – Wilson Bentley, 1902

Penemuan Wilson Bentley (1902) memperlihatkan penataan ikatan hidrogen yang stabil dalam molekul air molecules pada kristal es memberikan simetri heksagonal yang indah pada setiap butiran salju. Ada keunikan tentang salju ini, yaitu struktur kristalnya yang cantik. Tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia ini – ini seperti sidik jari kita. Bayangkan, salju sudah turun semenjak bumi tercipta hingga sekarang, dan tidak satu pun salju yang memiliki bentuk struktur kristal yang sama! Subhanallah. Gambar berikut merupakan kristal salju yang diabadikan oleh Wilson Bentley pada tahun 1902. Wilson Bentley memang sangat tertarik pada kristal salju. Dia memulai mengabadikan gambar kristal salju menggunakan mikroskopnya semenjak tahun 1885 dan berhasil mengoleksi lebih dari 5000 gambar kristal salju selama hidupnya, yang semuanya berbeda bentuk (baca Wilson Bentley di Wikipedia). They’re so beautiful, aren’t they?
 
Kita bisa melihat juga beberapa bentuk kristal dihttp://snowflakebentley.com. Ada petikan kata-kata Wilson Bentley (yang populer disebut dengan The Snowflake Man) di sana: “Under the microscope, I found that snowflakes were miracles of beauty; and it seemed a shame that this beauty should not be seen and appreciated by others. Every crystal was a masterpiece of design and no one design was ever repeated., When a snowflake melted, that design was forever lost. Just that much beauty was gone, without leaving any record behind.” (Wilson “Snowflake” Bentley 1925)

Kristal Air Masaru Emoto, 2007

Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di TokyoJepangpada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia,Emoto menemukan bahwapartikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanyaikatan hidrogen.

Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif di sekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tidak sedap dipandang mata” apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat didalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi olehsuara musikdoa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.

Disarikan dari berbagai sumber.
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: